Objek Wisata All In One di Ujung Genteng

Terdapat berbagai tempat pariwisata alami juga indah di Ujung Genteng, Sukabumi. Anda bisa menjumpai sejumlah pantai cantik, air terjun, pemeliharaan penyu hingga produksi gula aren. Pas untuk obyek liburan di daerah sukabumi.

Berada di Sukabumi, Jawa barat, Ujung Genteng ialah surga bagi pecinta pantai dan air terjun. Ujung Genteng mampu dicapai dengan alat transportasi umum maupun pribadi. Untuk angkutan umum, Anda bisa memulai dari Terminal Sukabumi dengan angkutan kota menuju ke Terminal Lembur Situ, lanjut dengan menggunakan bus atau elf jurusan Surade dan menaiki angkot merah dengan rute Ujung Genteng. Perjalanan akan membutuhkan waktu 3-4 jam.

  1. Pantai Pangumbahan. Hamparan pasir yang lembut dikaki merupakan hal pertama yang menyambut saat berwisata ke pantai ini. Sangat luas, sampai anda sulit untuk menyusuri satu ujung ke ujung yang lainnya. Pantai Pangumbahan tak hanya indah, tetapi juga unik, ada tempat pemeliharaan penyu atau tukik dipantai ini. Dengan cara berkala dilaksanakan pelepasan tukik ke laut menjadi salah satu upaya perlindungan penyu. Jika datang pada waktu yang tepat, Anda bisa ikut mengikuti pelepasan tukik ke laut.
  2. Muara Cipanarikan. Salah satu destinasi pariwisata unik di Ujung Genteng. Pantai Cipanarikan adalah tempat berjumpanya Sungai Cipanarikan dengan laut. Sungai Cipanarikan membentuk alur membelok lebih dulu jelang masuk ke laut, sampai terbentuk hamparan pasir yang sangat luas dengan bentuk pasir yang sangat halus. Untuk mengunjunginya, Anda harus berjalan kaki sekitar 3-5 menit melalui hutan lindung, dan segera terlihat bentangan pantai pasir putih yang masih terbilang perawan.
  3. Pantai Tenda Biru. Pantai Tenda Biru tergolong pantai yang masih tetap alami lantaran berada di daerah hutan lindung yang dipelihara pihak TNI AU. Untuk masuk, Wisatawan diwajibkan membayar tarif masuk sejumlah Rp 5.000 saja. Menariknya, jika air surut, Kalian dapat berjalan sekitar 200-300 meter dari pinggir ke tengah-tengah pantai. Disayangkan, pantai ini masih tak terlalu terawat, tampak banyak sampah yang bertebaran.
  4. Pantai Minajaya. Sepintas, Pantai Minajaya persis seperti Pantai Tenda Biru. Saat air surut, kita bisa melihat kegiatan penduduk lokal yang tengah mencari jukut hejo (rumput laut) dan udang lobster di pinggir ombak. Kita pun dapat memesan ikan atau udang segar buruan nelayan untuk dimasak dan dinikmati di saung-saung pinggiran pantai.
  5. Pantai Amanda Ratu. Pantai Amanda Ratu disebut sesuai dengan villa Amanda Ratu. Pantai ini bertambah indah jika dinikmati sembari mendengar deburan ombak yang menyejukan batin.
  6. Pantai Ombak Tujuh. Surfing atau berseluncur, adalah salah satu aktivitas yang dicari apabila berwisata ke sebuah pantai. Nama Ombak Tujuh itu tercipta karena gelombangnya yang selalu berurutan tujuh dengan ukuran yang besar. Berada sekitar 15 KM dari Pangumbahan, mampu dicapai dengan ojek atau jalan kaki hingga 3-4 jam. Harga ojek beragam dari Rp 150.000 hingga Rp 250.000, tergantung kemampuan menawar. Pantainya sangat alami dengan terumbu karang kecil.
  7. Curug Cikaso. Di kawasan Ujung Genteng juga ada sebuah air terjun yang tidak cuma indah, tapi unik, Curug Cikaso julukannya. Curug didalam bahasa Sunda adalah istilah untuk air terjun, namun di Curug Cikaso, tidak cuma ada satu air terjun, tetapi 3 air terjun yang berada bersebelahan. Lokasinya sedikit berjauhan dari pantai, bisa dicapai dengan mobil pribadi maupun ojek, lantaran tidak ada alat transportasi umum yang melintasi tempat ini. Dari tempat parkir, kalian dapat berjalan kaki atau bayar Rp 60.000 per rombongan untuk layanan perahu kecil menuju Curug Cikaso. Bila beruntung, Anda dapat menonton pelangi yang muncul dari cipratan air terjun. Amat menarik!
  8. Curug Luhur. Curug Luhur Umpamanya sebuah permata yang ditutup lumpur. Sekilas menyaksikan dari bagian atas, Kalian hanya bakal melihat sungai normal yang mengalir. Untuk menyaksikan keindahannya, Anda perlu untuk menjejakkan kaki terlebih dahulu. Usai turun, akan terlihat panorama yang amazing. Sungai dengan dasar bebatuan mengisi air terjun seperti taman surga. Ada bagusnya berwisata saat musim hujan, sebab pada musim panas, air terjun ini tidak ada airnya. Bila semua keindahan pantai dan air terjun di sekitar Ujung Genteng masih tetap belum cukup untuk dinikmati, masih tetap ada satu objek wisata lain. Di daerah Ujung Genteng, Kalian masih dapat menikmati produksi gula aren secara tradisional.

Mulanya, para penduduk menggunakan bokor untuk penampungan cairan dari kembangnya, lalu dikumpulkan dan diolah di kuali. Usai dimasak, dituang di potongan-potongan bambu dan didinginkan. Kalian pun dapat beli gula kelapa tersebut dengan cara langsung. Tertarik?

Leave a Reply

Your email address will not be published.