Madrid Kalah Lagi, Ramos: Terlalu Cepat untuk Ganti Pelatih

Pemimpin Real Madrid, Sergio Ramos, tidak mau wacana pemecatan juru tak-tik kesebelasan, Julen Lopetegui, mengingat hasil negatif 0-1 melawan Deportivo Alaves pada Estadio Mendizorrotza di minggu ke 8 La Liga, Sabtu (6/10).

Dilansir BolaSport. com sebelumnya, skor yang memastikan kemenangan tuan rumah dibukukan dengan Manu Garcia di detik pamungkas pertandingan, tepatnya saat laga sudah berjalan hingga menit ke-90+5 menggunakan kemelut di hadapan gawang Thibaut Courtois.

Bersama pencapaian itu, Real Madrid tidak menyarangkan goal di dalam empat pertandingan terbaru pada seluruh turnamen.

Yang paling baru Madrid mecetak goal, merupakan kala unggul 1-0 vs Espanyol di (22/9) melewati Marco Asensio saat laga sudah berjalan hingga menit ke-40. Alhasil, Los Blancos sekarang melewati 410 menit tanpa menyarangkan goal menuju gawang rival.

Meskipun begitu, Ramos menolak membicarakan wacana jika pencapaian itu bakal berujung menuju pemecatan juru tak-tik El Real, Lopetegui.

“Semua orang memiliki anggapan beda-beda. Tersedia kalanya transformasi ini baik, tersedia kalanya tak. Itu terlampau dini guna membahas pergantian juru tak-tik, ” tutur Ramos sehabis pertandingan versus Alaves.

“Keputusan tentang juru tak-tik tersedia pada tangan dewan lainnya serta bukanlah bintang. Pergantian juru tak-tik tak sudah baik. Kini rombongan saya tengah berupaya serta seharusnya masih rileks, ” katanya meneruskan.

Starting XI Madrid Asalnya Dari Rival Klub

Real Madrid tersohor sebagai satu klub yang boros dalam ‘berbelanja’. Mereka amat sering menghamburkan dana besar guna mendapatkan pemain target. Sebelum Paul Pogba joint Manchester United musim panas kemarin, rekor transfer dunia kerap dipegang Madrid semenjak mereka menghadirkan Luis Figo tahun 2001. Pasca itu secara bergantian datang pemain termahal dunia semacam Zinedine Zidane, Kaka’, Cristiano Ronaldo sampai Gareth Bale. Meski setiap pemain termahal dunia mayoritas berasal klub luar negeri, Madrid pun tak lupa membeli pemain-pemain bermutu klub lokal. Mayoritas mereka adalah pemain terbaik yang ditarik dari klub-klub rivalnya. Dibawah starting XI Real Madrid yang direkrut dari klub-klub rival di La Liga yang di publikasikan oleh bandar bola Indonesia ini.

  1. Keylor Navas, Kiper – Levante: Navas tampil cukup bagus selama 2 musim hingga direkrut Real Madrid. Ia berkunjung ke Santiago Bernabeu usai membela Kosta Rika pada turnamen Piala Dunia 2014. Navas lalu berhasil menjadi kiper utama Los Blancos setelah kepergian kapten klub, Casillas. Kiper itu sudah menolong Madrid meraih keberhasilan trofi Liga Champions.
  2. Sergio Ramos, Bek- Sevilla: Real Madrid mengerjakan perjudian besar saat memboyong seorang remaja sekitar 30 juta euro dari Sevilla tahun 2005. Usai berjalan 12 tahun, perjudian itu ternyata terbukti tak sia-sia. Ramos kini merupakan kapten klub dan telah menciptakan sejumlah momen ajaib tuk Los Blancos tergolong final Liga Champions. Defender berumur 30 tahun itu sekarang berstatus Real Madrid Hero.
  3. Ezequiel Garay, Bek- Racing Santander: Pemain Argentina ini ditarik Real Madrid dari Racing pada 2008. Tapi, cedera membuatnya tak bisa mengeluarkan seluruh potensinya di Santiago Bernabeu. Garay keluar dari Madrid tahun 2011 dan lalu punya karirnya yang istimewa di Benfica dan kini Zenit. Ia balik ke La Liga musim panas dan sedang bermain tuk Valencia.
  4. Raul Albiol, Bek – Valencia: Albiol adalah satu pembelian Florentino Perez musim panas 2009. Albiol digadang-gadang bisa selaku pemain penting di pusat pertahanan Madrid sehabis bermain lumayan bagus bersama-sama Valencia. Tetapi, penampilan yang biasa saja menjadikannya tersingkir dari skuad utama Los Blancos. Albiol dilepas ke Napoli tahun 2013 dan jadi pemain penting disana.
  5. Jose Callejon, Sayap – Espanyol: Callejon adalah lulusan akademi Real Madrid tetapi dijual ke Espanyol sehabis tak bisa menembus skuad utama. Dirinya kemudian mengoptimasikan bakatnya di Catalan hingga Madrid berencana menebusnya lagi pada 2008. Callejon mendapat kesempatan bermain sangat rutin selama sekian tahun di Santiago Bernabeu tetapi kepergian Jose Mourinho berefek besar terhadap masa depannya. Sekarang karir Callejon makin bersinar dengan Napoli.
  6. Javi Garcia, Gelandang – Osasuna: Garcia adalah pemain akademi Real Madrid lain yang ditebus lagi setelah move kle klub lain. Tetapi, Gacia dihadirkan lagi ke Santiago Bernabeu cuma untuk berada di bangku cadangan Madrid. Gelandang Spanyol tersebut hanya jadi pelapis Mahamadou Diarra dan tak pernah bisa menggeser punggawa berkebangsaan Mali itu dari skuad utama. Garcia lalu meninggalkan Madrid setelah semusim dan semenjak itu dia berpetualang di Portugal, Inggris lalu Rusia.
  7. Asier Illarramendi, Gelandang – Real Sociedad: Illarramendi diinginkan bisa jadi jangkar baru di barisan tengah Real Madrid ketika didatangkan tahun 2013. Namun, dirinya justru jarang berlaga sehingga urung berkembang. Meski mempunyai harga transfer cukup mahal, Illarramendi tak pernah diberi kesempatan tampil yang cukup. 2 tahun kemudian ia menanggalkan Santiago Bernabeu tuk kembali ke klub lawasnya Real Sociedad.
  8. Marco Asensio, Sayap – Real Mallorca: Seorang wonderkid Spanyol, Asensio dipekerjakan Madrid dari Mallorca tahun 2014. 2 kali masa pinjaman membuat Asensio tumbuh menjadi pemain lebih baik dan balik ke Madrid musim panas lalu. Musim ini dia mencetak gol didalam debutnya di tiap kompetisi bersama-sama Los Blancos dan dapat menjadi superstar di Santiago Bernabeu.
  9. Sergio Canales, Gelandang Serang – Racing Santander: Sebelum munculnya Asensio ada Canales. Jenius pada bola tetapi ia begitu cepat move ke Real Madrid. Canales tak bisa mengalami push dan sang pemain pun tak terlalu dipercaya hingga diberi kesempatan main yang minim bagi Jose Mourinho. Cedera menjadikan karirnya tersendat hingga akhirnya ia tuntas bergeliat di Real Sociedad.
  10. Isco, Gelandang Serang – Malaga: Dianggap punggawa masa depan sepakbola di Spanyol di Malaga, Madrid telah mendapatkan kontrak Isco tahun 2013. Mereka mengerahkan uang besar tuk memproteksi Isco hingga diboyong rival Barcelona, dan dia sempat jadi pemain penting pada kepemimpinan Carlo Ancelotti. Usai kedatangan Gareth Bale, Isco kian sering menjadi pelapis dan jarang mendapat status starter. Isco merupakan pemain bertalenta namun yang dibutuhkan sang pemain hanya kesempatan rutin.
  11. Julio Baptista, Striker – Sevilla: Setelah membikin 47 gol dari 79 laga tuk Sevilla, Baptista joint Real Madrid bersama-sama Sergio Ramos. Tetapi, pemain dijuluki The Beast tersebut tak bisa bersinar di Santiago Bernabeu. Pemain asal Brasil sempat dipinjamkan kepada Arsenal selama diikat kontrak pada Los Blancos. Baptista kemudian meninggalkan Madrid tahun 2008, bergabung ke AS Roma.